Rabu, 08 Februari 2012

Siapakah saya sebenarnya?

2010. Di tahun ini ada percakapan antara saya dan guru saya, yang hingga kini terkadang masih mengusik pikiran saya. Sebuah pertanyaan jebakan psikologis yang ditujukan kepada orang-orang yang belum punya pendirian. Termasuk saya. Maklum 2010. Eh, 2012 pun masih..

Dialog:
Guru: "Dini, Bila kamu memasuki sebuah hutan rimba, lalu kamu mendengar suara binatang, suara apa yang kamu dengar?"
Saya: "Jaguar, Pak!"
Guru: "Dini, Setelah mendengar suara itu, kamu menelusuri hutan lebih dalam lagi, lebih jauh lagi. Lalu kamu mendengar suara binatang lagi. Suara binatang apa yang kamu dengar?
Saya: "Harimau, Pak!"
Guru: "Hebat. Pertanyaan saya yang terakhir. Setelah kamu mendengar suara-suara itu, kamu menelusuri hutan itu lebih jaul lagi, lebih dalam lagi. Dan kamu mendengar suara binatang lagi, Suara binatang apa yang kamu dengar?"
Saya: "Beruang, Pak!"
Guru: *Tertawa sampai menangis*

Apa maksudnya?
Saya tidak mengerti.
Saya agak tersinggung. Dengan tawanya, saya merasa bahwa jawaban saya tidak berkualitas di matanya.
Saya bertanya-tanya, sampai akhirnya dia menjelaskan.

Guru: "Dini, Anakku sayang anakku malang. Pertanyaan tadi adalah pertanyaan jebakan psikologis. Yang dimana secara tidak langsung bisa mengetahui kepribadianmu. Namun itu abstrak kok, tidak pasti. Namun 90% benar, Hahaha."
"Dini, Pertanyaan pertama kamu jawab Jaguar. Seekor binatang liar nan ganas. Itu artinya adalah, kau ingin orang-orang di sekitar mu melihatmu bagaikan Jaguar. Liar, Berani, Tegas, Ganas atau apalah."
"Dini, Pertanyaan kedua kamu jawab Harimau. Raja tanpa penghormatan/Gelar di hutam rimba. Itu artinya kamu masih ingin orang-orang di sekitar kamu melihat kamu bagaikan Harimau. Raja, Punya kuasa, Hebat, Berani, Apalah itu."
"Dini, di pertanyaan terakhir kamu jawab Beruang. Ini menandakan bahwa, kamu dari luar ingin dianggap/dilihat seperti Jaguar dan Harimau. Padahal...Kamu sebetulnya hanya Beruang. Hahaha"


Saya pun tertawa lepas. Percakapan ini akan saya ingat seumur hidup.
Saya berfikir, mungkin saat itu, saya masih beruang.
Dan beberapa taun setelahnya, saya akan bertransformasi menjadi seekor Jaguar.


Apakah saya berusaha keras demi berubah jadi Jaguar? Tidak.
Mengapa? Karena sebenarnya derajat Jaguar dan Beruang itu sama. Sama-sama Binatang Hebat ciptaan Yang Maha Kuasa.

Dengan menjadi Beruang saja, Sebenarnya saya bangga.

Tidak ada komentar: